RSS

Friday, 17 February 2012

Kehormatan Di Balik Kerudung : Ulasanku..huhu


Dalam cerita ini, ada 3 watak utama iaitu :

1. Ifand    
2. Sofea
3. Syahdu

1. Ifand

Saya sangat suka bicaranya bak kata Syahdu dalam cerita ini, kata-katanya santun dan menggembirakan hati yang duka, ... Namun yang saya tak suka adalah, dia terlalu berani untuk bertemu dengan Syahdu, seorang wanita walhal Ifand dikatakan mempunyai latar belakang pendidikan agama yang baik. Seharusnya Ifand tidak memberi harapan kepada sesiapa walaupun untuk dirinya sendiri. Apatah lagi jika wanita itu bukan miliknya yang sah. Kesilapan Ifand adalah satu teguran yang sangat besar dan perlu diberi perhatian oleh semua lelaki yang beriman. Bahawa, hati wanita itu mudah tersentuh dengan kata-kata berbunga dan mimik muka yang tercipta secara sengaja atau tidak oleh mana-mana lelaki. Walaupun, tidak berniat langsung untuk bercinta ataupun hanya berkawan, tetapi panahan nafsu yang dicipta syaitan itu sentiasa diasah. Akan dicalarnya juga dosa kepada catatan amalan walau sedikit. Akan dijerumusnya juga kita kepada  keadaan yang sia-sia dan tanpa motif. Mereka tak pernah kalah, pasti ada juga 'zina'nya walaupun tidak sampai kepada zina besar. Allahu akbar.

Fasa 'tak suka' saya itu adalah pada permulaan cerita sahaja. SAHAJA?? hehe sebenarnya, bagi saya, Ifand telah tersilap langkah sehingga selepas itu, banyak kedukaan akan menimpa insan-insan lain terutama wanita. Namun, (jika cerita filem ini dari kisah benar), saya akan katakan, "Allah sengaja membiarkan manusia yang dipilih-Nya berada di dalam kesilapan untuk tempoh yang tertentu disebabkan perancangan Allah itu terlalu bijak, sempuirna dan Maha Kemas susunan-Nya. Natijah daripada kesilapan itu, Allah ingin memperlihatkan kita apa yang benar dan apa yang salah, siapa yang benar dan siapa yang salah dan daripada permulaan cerita yang tersilap langkah itu hingga bagaimana kedukaan itu berakhir, kita akan melihat betapa agungnya Allah melerai segalanya dengan cara yang paling baik, tak terjangka pada akal manusia. Di situ, terbukti Allah Maha Adil menghakimi."

Ifand kelebihannya ialah dia akan mencintai isterinya sepenuh hati dan seorang yang sangat bertanggungjawab. Semasa terbaring sakit selalu menyebut-nyebut nama isterinya walaupun ada wanita lain di hatinya dahulu sebelum dia menikah.

2. Syahdu :

Saya sangat kasihan akan watak ini. Ada banyak sebabnya. Menyelami hati wanitanya, saya boleh menangis sendirian dan apabila dilihat pada keadaannya yang kurang berpengetahuan tentang agama, sangat-sangat kasihan... aduhai...Allah berhak memilih hambanya untuk belajar agama sehingga mngenali apa itu redha, harga diri, prinsip dan pendirian sebagai muslimah dan perjuangan hidup manusia yang sebenar.. Kasihan..sangat kasihan. Semoga kita bersungguh dalam beragama, nescaya hati bahagia menerima segalanya. Sememangnya sukar praktikalnya namun tak mustahil. Semua itu hanya mampu diamal oleh makhluk bernama manusia.

Seperti wanita yang lain amat mendambakan seseorang untuk mengasihi dirinya, membuai-buai jiwanya dengan kata-kata yang indah dan istimewa, nasihat-nasihat yang mampu menukarkan duka dan kelam jiwanya kepada bahagia dan jiwa yang penuh dengan harapan. Mendambakan seorang lelaki yang baik, beriman dan sentiasa membuat hatinya senang dan bahagia.. Disebabkan kurang menerima didikan agama, hati wanitanya mudah tergoda kepada kata-kata lelaki yang memujuknya pada saat dia sedang rawan. Andai dia punya prinsip, Allah lah 'kaunselor'nya yang terbaik ketika itu. Belajarlah agama, insyaAllah akan lebih mudah untuk kita dekat pada Allah.

Dia terpaksa menikah dengan lelaki yang tidak dicintainya. Mungkin kerana terlalu cinta kepada lelaki lain, timbul rasa bersalah yang amat kepada suaminya itu. Maka, sesuatu yang seharusnya dirahsiakan dan dia bisa mencuba untuk bina kehidupan yang baru dengan iringan redha dan terus berharap, ..astaghfirullah, menimbulkan kemarahan suaminya pada malam pengantinnya. Sangat mengharukan keadaan Syahdu. Sangat syahdu..Allah. Syahdu dihalau.

Selepas itu, hatinya terus berduka dan menangis kerinduan sambil mengenang apa yang berlaku tambahan pula, diketahuinya Ifand menikahi Sofea. (Wah, macam sinopsis novel, but i don't like reading novel actually..) Sangat syahdu lagi apabila Syahdu tidak kuat melawan emosinya....sehingga jatuh sakit. Segala perkara tidak mampu dijalani, segala harapan membeku, langkah kaki yang semakin melemah..jiwa sakit itu menyebabkan seluruh badannya tidak ceria berfungsi. Penangan cinta manusia, amat berbisa sekali. Begitulah keadaan di mana kita ditegah dalam agama untuk bercinta atau berhubungan dengan lawan jantina selain nikah pengikat halalnya. Sebabnya, cinta itu bab puisi dalam cerita KCB ..



Ermm...ada jiwa yang sedang terbang melayang nampaknya huhu...

3. Sofea 


Satu watak yang saya sangat kagum dari sudut tertentu terutama sifat kesetiaannya kepada suami, percaya, patuh dan sanggup berkorban demi suaminya. Saya nampak ciri-ciri solehah dalam watak ini. Mudah mengurai satu-persatu kata dan ciri solehah.....amalinya? Melihat wataknya, saya termuhasabah. Saya rasa itulah selayaknya watak seorang isteri. Semoga saya berjaya. (sedih...). Sebab itu mujahadah selepas bernikah juga sama beratnya dengan fasa sebelum nikah..bahkan kadang-kadang...lebih berat..ya..

Wanita mana yang tidak cemburu..dia mengizinkan suaminya menikah dengan Syahdu. Demi Ifand, suaminya dan melihatkan keadaan Syahdu yang begitu menyedihkan dek terlalu merindui Ifand. 

Kebaikan Sofea membuatkan Syahdu pula jadi cemburu. 

Ada bahagian filem yang saya tak setuju, ada bahagian yang memang memberi kesan. Apapun, dalam menonton filem-filem yang walaupun tak 100%nya Islamik, ambil lah yang baik. Yang buruk sebagai satu nilaian peribadi, juga sebagai pengajaran. 

Ini juga adaptasi dari novel..mungkin ada banyak lagi kisah menarik dan pengajaran berharga yang boleh dikutip. Tapi, saya belum terdetik untuk membaca novelnya. 

Muslimah Pro-Aktif




Salah satu aspek dari pengembangan kepribadian seorang muslimah adalah bagaimana selalu memandang orang lain dengan cantik/positif maka energi yang terpancar dan tersebar adalah energi positif, agar cara pandang kita menjadi karakter baik, maka langkah pertama, jangan cepat berfikir negatif.
Untuk memiliki kepribadian kuat, sehingga menjadi “habit” dalam diri kita, ada beberapa point yang harus dimiliki seorang muslimah


Pertama : ketahui hal-hal apa saja yang menjadi unsur-unsur kepribadian muslimah
kedua : keterampilan apa saja yang harus dimiliki
ketiga, mau melakukan dalam kehidupan sehari-hari
keempat : sebarkan apa yang kita ketahui kepada orang lain
kelima : jadikan hal yang demikian menjadi habit/kebiasaan kita


maka Insya Allah akan terjadi perubahan besar pada kepribadian kita.
Manusia dalam posisinya sebagai “diri sendiri” seorang muslim dituntut untuk mampu bersikap sendiri, dan menghilangkan ketergantungan kepada orang lain, Di bawah ini adalah beberapa hal yang mendukung untuk menciptakan muslimah “mandiri”, diantaranya adalah..
  Menjadi Manusia Pro aktif

Salah satu ciri manusia pro aktif adalah tidak akan stres dengan kondisi yang menekannya, karena dia bisa survive dan dia memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan.
Ada beberapa orang yang memiliki tipe crispy outside, milky inside, dimana jika orang tersebut berkata, kata-katanya kasar dan selalu menuntut, sehingga tak jarang lawan bicaranya mengalami stres/tekanan berat, padahal boleh jadi sebenarnya orang tersebut memiliki hati yang lembut, bertanggungjawab, dan memiliki perhatian/kepedulian terhadap orang lain, hanya karakter penyampaiannya saja yang kurang baik. 


Orang yang memiliki sikap pro aktif tidak langsung memandang hal yang demikian sebagai sesuatu yang negatif, namun lebih pada menetralisir keadaan keadaan terlebih dahulu. So sikap Pro Aktif adalah sikap spontan positif yang muncul atau dimunculkan saat kita menghadapi suasana yang sulit, mengenakan atau bahkan menjengkelkan sekalipun.
Ada sebuah trik sederhana saat kita telah dan jemu menghadapi berbagai hal yang demikian, sehingga kita tetap bisa memandang dan mensikapi orang-orang dan berbagai persoalan yang menjengkelkan kita dengan cantik, adalah: dengan melakukan tarik nafas dalam-dalam, tahan beberapa lama, saat menahan nafas berdoa’alah pada Allah, Ya allah berikanlah kami kekuatan agar kami bisa menghadapi semua ini dengan cantik, dan jadikanlah kami menjadi orang yang ahli syukur, setelah itu lepaskan nafas pelan-pelan dalam hitungan 1 menit, buang segala pikiran kotor, segala pikiran dan pandangan negatif, buang segala keinginan untuk bersikap tidak bijaksana, buang segala keinginan untuk melawan…dst…sambil mengucapkan basmalah keluarkan nafas itu dan tersenyum.
Lakukan hal itu 3 atau 4 kali secara berulang-ulang. Pada saat yang bersamaan kita telah memasukan oksigen (energy positif) ke otak kita dan kita telah membuang jauh-jauh energy negatif kita bersamaan dengan keluarnya hembusan nafas anda. Lakukan hal yang demikian saat anda menghadapi suasana yang sulit, saat pimpinan memarahi anda misalnya, atau saat anda disalahkan dll, segera tarik nafas dan mohon kekuatan, mohon ketegaran, dan mohon kecantikan dalam mensikapi apapun. Itulah salah satu ciri orang yang memiliki sikap pro aktif.
Lain halnya jika anda seorang yang memiliki sifat reaktif, maka sepanjang hari anda akan disibukan dengan hal-hal yang dilakukan atau dialami oleh orang yang ada disekitar anda, dengan sikap teman yang kurang baiklah, teman sekantor yang suka cemberutlah, bahkan boleh jadi masalah pribadi orang lainpun turut dibicarakan, sehingga gosip sana gosip sini menjadi kebiasaan hariannya. Setiap hari mumet dengan prilaku orang, sehingga muncul ungkapan, gemana sih itu…gemana sih si A…, Si B dsb. Sehingga hari-hari kita hanya disibukan oleh memikirkan orang lain. Ketahuilah bahwa setiap sikap melahirkan apa yang disebut lingkaran pengaruh dan lingkaran kepedulian. Walahu a’lam.
from: pustaka islam

http://moslemgaul.wordpress.com/2010/09/15/menjadi-muslimah-yang-pro-aktif/

Thursday, 9 February 2012

My Journey My Lesson





 

I Was here when i was 4/5/6 years old....if i know PASTI was the best....hehe nothing...this is the nearest school...


"Sarah, what is your ambition when you grow up?" I answered,
 "I don't want to be anything teacher..." It's very....oh, i don't know what word should i put ..... what kind of me.....that time, yaa..


Then...my first school. SK Pengkalan Nyireh. The nearest school. Wow..learnt Mandarin Language, Malay d***ing... ( '',) and many more.......don't remember.

       


After that, i went to SMK Tengku Mahmud. We call it, TMS (Tengku Mahmud School) as the school was the early school built in Besut. Engish School. My mak n ayah were schooling here, my two sisters followed my path..hee..


Started wearing tudung labuh here....so hard to find girls wore that stuff. And here i started my interest activity, Tae Kwon Do..








Oh...i'm really MISS this! I was waiting for 5 years to participate in this club...actually, whatever...silat, wu shu.... i wanted to....i went training started from form 1 to form 5....well, although SPM was just around the corner.. And then, after SPM, i continued until i got to go to Matriculation College.. oh, i did not have time to get my black belt! My grad now and forever is RED II. One more step to explore BLACK BELT... ;-( 








Coz, after we get that black grad, so many levels more will wait for us to be explored. And of course the arts..the movement....oh...so beatiful!


But, i must realize that, i can't go training NOW. (~anymore~ except at home..with husband although he learnt silat).  Tae Kwon Do will remain in my heart. InsyaAllah, i will keep the arts well in me. I love martial arts. The taeguk 1 until 8 though. Thanks a lot to Sir Solehin (Muallaf) and Sir Kasturi. May Allah give you two barokah alwayz.


Then, my step was here....



KMNS

Only 1 semester i was here. Why? I was kicked out!! huhu...  Yes,   it really hurts.. but i know it was my fault...not focus on what  was in front of me. STUDY. Oh, that was not about loving a guy or doing something wrong until  disturbing my studies...like some people guess.....huhu. 

 I don't want to tell about what was my mistake in studies or anything related....let me keep it and anyyone  who had faced the failure, will understand me. I found that, i fail here, on this step but i got something here. Something that i would like to call it as the beginner of being a Muslim. Sorry..a True Muslim.

I started learning to be a True Muslim here. and  not enough a year,  i was given a 'training' by Allah to face tribulations. Wow, i just learnt and i was given a test!! Yes, i know that was from my fault...but the test was still hurt. Very. Got it?

Nobody  persuaded me that time...emmm, i don't want to. coz i  was ready to face it. i meant, based on what i answered on the exam paper.huhu.  

That day, was the last class, Biology. Last lesson in DK. Hayat 1 Praktikum 5.....Memory... On my mind was nothing but my parents....my studies, my future....., but it was too late!!!  (Who had faced this...?? hee..) . My  lips did not stop  saying "Laa ilaa ha illallah". So my mind. So  tested.... I want to stop the story.hehe so sad. yes...although  i know that was my fault. But i know, Allah want to show me something...........

Then, i continued my studies --> FORM SIX at 
SMK TM. huhu...Welcome Back!! 
Can you imagine the situation where 
you will be asked by your teachers 
and your  friends about your.......??


I can say that, if i did not study in Form 6...., i will not go to this place............





until i 'friend' with somebody special to me........ started from 
Program Wawasan. Only Science students joined this. Including my school. From Terengganu, Pahang, Kelantan and Johor Tenggara (if i'm not mistaken...) ''ECER state"  was chosen. On December 2008.

UMK once again offered a program "Pre-Science Program". Only 50 students will be selected. Including me and 2 friends. but one can't go. Just me and a boy (actually the boy has studied at the same matriculation college with me but not in the same year..what kind of life is....) the students become only 20+- because they have another plan during after-STPM-break. 
Jan '09 until Apr '09.

Here, i learnt Japanese, Management, English (maybe level dip-degree mixing) becoz we use the same book with our senior who were taking degree there. What a great lesson i learnt!


gambar ni ambil dari blog kakak LYNN..huhu ambik jugak gambar saya kak...huhu



i joined Jawatankuasa TEMAN, at UMK.....an Islamic Club there. 



Only me (just pre-sc student).... follow them (mahasiswa) to UIAM Gombak in a program 
"Lawatan Mahabbah ke UIAM Gombak" , Mac 2009
huhu...i was so lucky!!!




Kak Fifah, Kak Lyn (org Tawau), Jihada and the rest...i don't remember their name...i'm so sorry... 




[IMG_0573.jpg]
 bersama siswi JT-unipen UMK dan siswi Ma'aruf Club UIAM. Kakak-kakak yang baik-baik....
tak kekok melayan 'orang asing' ni...hehe... Jasamu dikenang kakak-kakakku..



Then, after 4 months, i was at home. Look for the job while waiting for KIPSAS calling..hehe. Work as 'teacher' at several kindergartens ... (Practice makes perfect....ehmm..)

Oh... waiting for KUIN actually...but KIPSAS came first. The course was very attractive.. At the end of year 2009, i registered there. After istikharah. ANd insyaAllah will continue....huhu


 


How can KIPSASian get married with UMian??? hee


  






Sometimes, feel like a student VS a lecturer hehe..  For Islam, i will grab the chance! Well, that is the way Allah meets us, completing each other.
To produce the best. InsyaAllah.


Sunday, 5 February 2012

Samiirah Awatiilah

Pesanan Dari Bidadari Mujahidin....

Semoga kekuatan luarbiasa wanitamu mengalir ke dalam diriku - Princessyahadah


Samirah Awatiilah, (Ummu Muhammad) Isteri kepada As Syahid (Insya Allah) DR. Abdullah Azzam 



Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan selalu kepada Rasul yang mulia, keluarga dan sahabat-sahabatnya semua.

Saudari-saudariku tercinta,
Sesungguhnya, umur itu sangatlah pendek dan kehidupan ini hanyalah hembusan-hembusan nafas yang akan dihitung dan dihisab. Maka, apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hari berpisahnya orang-orang yang saling berkasih sayang dan saling bersahabat?

Hari berpisahnya kita dari dunia yang fana ini, menuju yaumil hisab –hari perhitungan- dan alam kekal. Hari yang menjadikan harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali bagi mereka yang menghadap Alloh dengan qalbun salim (hati yang sehat).

Apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke liang lahat, yang pernah disabdakan Rosulullah pada hari kebumikannya sahabat mulia yang bernama Sa’ad bin Mu’adz Ra:

“Seandainya ada orang yang selamat dari himpitan kubur, tentulah Sa’ad bin Mu’adz orangnya.”  
(Shahih Al-Jam’iush-Shagir, hadist no. 5306)

Saya berharap kepada Allah Ta’ala agar kita termasuk orang-orang yang dibenarkan dalam sabda Rosulullah :

“Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” 
 (Shahih Muslim, hadist no. 1469)

Wahai ukhti mukminah, 
keshalihanmu terletak pada kebaikan dienmu, benarnya aqidahmu dan baiknya tarbiyah yang engkau berikan kepada anak-anakmu. Mereka adalah amanat di lehermu dan calon pemuda di masa depan, pembela dienul Islam dan sebagai kayu bakar yang akan terus menyala, menjadi api penerang bagi keabadian dakwah ini di masa mendatang.

Wahai saudari-saudari tercinta, wahai cucu-cucu Khonsa’,
Wahai saudari-saudari Sumayyah dan Khaulah binti Al-Azur.

Wahai kaum muslimah yang ridho kepada Alloh sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, Muhammad sebagai rasulnya serta Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya

Wahai kaum muslimah yang menginginkan bendera “Laa Ilaaha Illallaah” berkibar setinggi-tingginya, dan menginginkan hidup diatas bumi yang penuh keadilan dan ketentraman

Wahai kaum muslimah yang ingin hidup bahagia lagi mulia dengan meniti jejak Rasul dan menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman dalam hidupnya.

Wahai isteri-isteri kaum muslimin di penjuru bumi Timur dan Barat, doronglah suami-suami kalian untuk berjihad fi sabilillaah. Karena sesungguhnya, suami kalian tidak akan menjadi suami yang kalian idam-idamkan, kecuali ketika ia menjadi laki-laki kuat yang memanggul senjata dan membela dien, aqidah, tanah air dan harga diri mereka, serta mampu meneror musuh-musuh mereka dengan mempersembahkan syahid demi Islam.

Kemuliaan, ketinggian dan keluhuran hanya bisa diperoleh dalam naungan pedang di tangan manusia-manusia kuat yang mampu menggentarkan musuh-musuh mereka. Namun, itu semua tidak akan terwujud kecuali jika tiap orang dari kita mau mendorong suami, anak, saudara dan bapaknya ke medan perang, pertempuran dan kancah kemuliaan.

Itu semua juga tidak akan terwujud kecuali dengan kesabaran wanita atas kepergian suaminya, saudara dan bapaknya, serta dengan mengganti peran mereka dalam mengurus diri sendiri, anak-anak dan rumah tangganya untuk menjadi baik.

Para wanita yang berperanan di belakang mereka bak batu karang nan kokoh yang menopang dan menjadi tempat mereka bersandar. Menjadi penolong mereka dengan kesabaran dan pengorbanan, di samping menyiapkan segala perlengkapan yang pantas untuk diberikan bagi kaum laki-laki demi terwujudnya cita-cita ini.

Kemudian, jauhilah dunia dan pandanglah ia dengan penuh hina. Jangan pula kalian membebani suami dengan hal-hal yang ia tidak sanggup menghadirkannya. Jadikan dirimu rela dengan yang sedikit dari pemberian Alloh yang dimudahkan untuknya.

Janganlah menyibukkan suami dengan tuntutan duniawi untuk kepentingan dirinya, yang seandainya diikuti dan menuruti syahwatnya, niscaya hanya akan membawa dirinya kepada kehancuran. Dia pun akan terus berupaya dan bersungguh-sungguh menghabiskan waktunya, untuk meraup dunia yang tidak akan habis-habisnya, sampai dunia itu melumat habis dirinya.

Wahai kalian ukhti muslimah, kalian wajib senantiasa mendorong suami pergi berjihad dengan segenap kemampuan yang kalian miliki. Janganlah bimbang dengan jalan jihad hanya karena hambatan-hambatan yang ada, sebab umur itu ada di tangan Allah dan sesungguhnya jihad itu tidak akan mengurangi umur dan rezeki mereka sedikitpun. Sebaliknya jika meninggalkan jihad, itu bukan menjadi sebab panjangnya umur dan bertambahnya rezki, itu semua sudah menjadi takdir Alloh. Alloh berfirman: 

“Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).” (Yunus:49)

Wahai ukhti muslimah, bukankah kalian senang jika menjadi mujahidah fie sabilillah? Tentu kalian menjawab “Iya”. Tapi bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud, sedang kalian sendiri tidak mendorong suami untuk berjihad serta tidak ikut menangani tugas-tugasnya dengan kesabaran atas kepergian suami, tidak juga menggantikan peran suami kalian di dalam rumah..?

Apabila Alloh menakdirkan suami kalian hidup di bawah naungan jihad, maka kalian akan senantiasa hidup bahagia bersamanya. Apabila Alloh menakdirkan mati syahid untuknya, kelak kalian pun akan dikumpulkan bersamanya sebagai seorang syahidah –InsyaAllah- karena orang yang mati syahid itu bisa memberi syafa’at kepada 70 orang dari kerabatnya.

Saudari muslimah, apakah ada martabat lain yang lebih besar daripada ini? Keistimewaan apa lagi yang diinginkan setelah diberikan kepadanya kebahagiaan mendampingi orang yang mati syahid lagi saleh di dalam syurga? Kita memohon kepada Alloh, agar Dia mengumpulkan kita semua hidup bersama mereka di tempat yang penuh kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa.

Wahai ukhti fillah, demi Alloh akan saya terangkan kepada kalian sebuah hikmah dari pengalaman hidup saya. Yakni, jika kalian bertawakal kepada Allah dalam hidup, niscaya tidak akan ada satu perkara pun yang dapat membahayakan kalian dengan izin Alloh. Walau sebesar apapun musibah itu, tentu akan terasa kecil selama itu di jalan Alloh. Demi Alloh yang tidak ada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya kabar syahid suami dan anak saya, saya hadapi dengan penuh kerelaan di atas qadha’ dan qadar-Nya.

Saya juga merasakan bahwa kebahagiaan telah menyelimuti diri saya, bahkan menenggelamkan saya ke dalamnya. Padahal peristiwa syahidnya mereka telah lama berlalu, tapi saya tetap merasa teguh, ridha dan tenang, itu semua murni pemberian Alloh dan takdir-Nya semata.

Perasaan yang muncul ini bukanlah atas kehendak saya tapi itu berupa keteguhan yang semata Alloh karuniakan ke dalam diri saya.

Saya yakin betul kalau itulah batas usia mereka dan itulah akhir ajal mereka. Lalu apa gunanya putus asa dan kesedihan? Bukankah rela terhadap qadha’ Alloh itu lebih baik dibanding harus berputus asa? Bukankah balasan dari sebuah kesabaran adalah surga yang menanti?

Maka dari itu Ya Alloh, janganlah Engkau haramkan atas kami pahala-pahala mereka dan jangan pula Engkau jadikan kami sesat sesudah mereka tiada. Sesungguhnya saya betul-betul bahagia dengan syahidnya mereka, dan rasa bahagia ini lebih besar daripada yang saya rasakan ketika mereka masih hidup bersama kami.

Saya pun memperhatikan dan Alloh juga yang lebih mengetahui, sesungguhnya mereka yang sudah syahid meninggalkan kami itu telah mendapatkan keberuntungan dan saya pun demikian ikut mendapatkannya dikarenakan setia bersama mereka. Semoga Alloh menjadikan mereka penghuni syurga-Nya yang demikian luas, serta mempertemukan kita dengan mereka kelak di tempat yang sarat kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.

Wahai ukhti muslimah, terakhir saya wasiatkan kepada kalian untuk selalu bertaqwa kepada Alloh, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhi orang yang buruk perangainya.

Janganlah hidup bermewah-mewahan karena itu akan mematikan hati kalian, dan hati yang sudah mati tidak akan mampu mendidik dan mengarahkan orang yang hidup.

Wahai ukhti muslimah, sesungguhnya kita ini membutuhkan suri tauladan dari para sahabat Nabi yang perempuan –ridhwaanullaahu ‘alaihinna. Oleh karena itu perhatikanlah sosok Ummu Salamah, Khonsa’, Sumayyah dan Khaulah untuk menjadi tauladan bagi kalian. Kemudian amalkanlah agar kalian naik ke jenjang yang tinggi, yang telah didaki oleh saudari-saudari kalian sebelumnya semisal para sahabat Nabi. Semoga Alloh memberikan taufik kepada kalian atas amalan yang dicintai dan diridhai-Nya.

Inilah yang dapat saya tuliskan, dan saya memohon ampunan kepada Alloh untuk pribadi saya dan akhwat-akhwat sekalian.

Saudarimu seakidah,
Ummu Muhammad ‘Azzam.

Dikutip dari: Al-Ekhlaas Islamic Page
Sumber : Washiyyatus Syaikh Abdulloh Azzam, Surat dari Garis Depan; Suara Hati Tokoh Perlawanan

Saturday, 4 February 2012

Warkah buatmu Mujahidku

Gambar hiasan


Dalam hidup tanpa berharap
Seorang bayang mujahid mendatangiku, izin-Nya

Aku tanpa lengah mencetus langkah
Meneliti melalui saudariku yang jujur

Rupanya dalam rahsia percaturan Tuhan
Bayangku juga mendatangi dia, ceritanya kepadaku selepas akad yang penuh makna

Sama, dalam hidup tanpa berharap
Tanpa pernah bersemuka berbicara, kami saling menerima

Kerana istikharah, aku dituntun yakin dan kuat
Kerana niat dan komited kami, Rabb memudahkan jalan

Aku tidak pernah minta 'bila' dan 'siapa'
Tetapi Allah Maha Mengetahui setiap isi hati dan cita hamba berbicara

Aku bersyukur memiliki dirimu walaupun ku sedar hanya pinjaman
Kerana pinjaman yang dicari jika benar, akan menjadi milik kita yang kekal di Syurga

Kerana aku masih sedang belajar, banyak khilafku, maafkan diriku
Akan ku usahakan, menjadi suri solehah untukmu, kerana Allah

Usahaku bukan sebab aku sudah memiliki seorang suami
Tetapi hakikat aku seorang hamba, cita-citaku menuju Allah

Aku dan dirimu
 perlu berprestasi cemerlang demi Hari Mendatang

Walau banyak air mataku turun di depanmu
Bukan tanda aku lemah semangat dan putus asa ku

Itu tanda dirimu tempat yang layak untuk aku sandarkan setelah Allah
Kerana setiaku, percayaku, cintaku, yakinku dan aku mendambamu setelah Allah & Rasul

Aku bahagia lalui hidup sebagai surimu
Terasa aura tarbiyah Nabi SAW kepada isteri-isterinya, moga tsabat dirimu memimpinku

Bukan kerana dirimu sempurna
Tetapi jalan sempurna baginda dirimu ikuti

Mengenalkanku erti perjuangan
Terasa aura isteri para pejuang membius semangatku

Tatkala dirimu keluar berjuang
Tatkala itu aku turut berjuang, jiwa & raga, saling meredhai kerana Allah & Rasul

Aku hanya ingin orang yang ingin berjuang berada di sisiku
Dengan petunjuk dan kekuatan kurniaan-Nya, pilihanku tepat. Allahu akbar!

Pernah aku katakan pada diri,
Lebih baik hidup seorang diri daripada bertemankan seorang yang kikir jiwa & raga untuk agama

Engkau selalu dengan urusanmu, cita-citamu
Aku redha dan rela, aku menyokong dan mendokong semampuku

Di situ teruji kesungguhanku kepada perjuangan, kepada Islam
Satu hakikat yang wajib ku tempuh, demi raih ganjaran hebat dari Tuhan

Walau dirimu miskin harta, namun jangan sesekali kikir jiwa & ragamu untuk agama tercinta
Walau sering kita tidak bersama, ganjaran di Kampung Akhirat menanti kita suami isteri, kekal bersama

Oleh itu, sabarlah menjaga dan mendidikku 
kerana Allah memilihmu untuk jadikan aku seorang Muslimah Solehah, juga cita-citaku 

Aku juga harus cekal berusaha
Menjadi wanita terbaik di matamu dan Allah semestinya

Dengan sabarnya dirimu mendidikku dan anak-anak kelak
Aku doakan kejayaanmu di dunia dan di akhirat, kebaikan untukmu di dunia dan di akhirat

Aku yakin dengan pilihanku, 
Kerana sandaran aku hanya kepada Allah, tidak ada yang lain

Ujian yang kita harungi apalah sangat, jika dibanding dengan para pasangan pejuang lain 
yang lebih ikhlas perjuangannya, ikhlaskah kita.. Semoga pahala sabar Allah ganjarkan untuk kita

Cita-citamu adalah cita-citaku juga
Menang atau syahid, demi Islam tercinta


Teristimewa buat murobbi diriku dan murobbi para mujahid-mujahidah junior ku  kelak insyaAllah.
Semoga Allah melimpahkan kebaikan dan kesejahteraan sentiasa kepadamu, aminn..
Mujahidku, Mat Razali bin Mat Lazin.

Friday, 3 February 2012

Budak Taska


Siap mengacip Modul untuk ibu bapa pelajar..! InsyaAllah esok malam bermula kelas Tahfiz untuk anak-anak penduduk sekitar. Bermula jam 8.30 malam hingga 10.30 malam.

InsyaAllah turut sama membantu suami memantau hafalan pelajar. Dalam masa yang sama, ku ingin juga sertai menghafal...huhu. Hafalanku gimana ya...

Dah lama tak berada di dalam kelas...mengajar! Dulu, pernah dipanggil 'teacher' oleh anak-anak tahun 4 di Taska Sayangku Harma, Alor Lintang. Seronok bersama mereka walaupun boleh buat kita sakit kepala dengan pelbagai kerenah. Penat tetapi seronok. Ya. Melihat muka-muka comel mereka..tenang. Melihat raut wajah manusia yang berada pada fasa tanpa dosa. Kelakar.

Pada suatu hari, aku mengusik seorang budak comel, pipinya tembam tapi dia tak gemuk. Ku kata,

"Mat, boleh tak kita tukar pipi? Teacher ambik pipi mat, mat ambik pipi teacher...nak??"

Muka ku waktu itu ada jerawat kecil yang warnanya merah-merah. Mat kata,

"Tak nak la...pipi teacher bercalar!" haha ...ku ketawa di depannya, tak tahan!!

Aduh, kelakar sungguh bahasa budak-budak!

Dunia megajar di Taska : mengugut, memujuk, berceriuta, reka cerita, menyanyi, menyanyi lagu semasa, buat mimik muka kebudakan yang macam-macam, melukis, huhu kena kreatif dan sentiasa mencari idea untuk mendapatkan kaedah berkesan untuk mengajar.

Mengugut bukan dengan tujuan menakutkan tetapi mendidik. Ramai yang salah faham. Biarkan mereka memahami setiap hukuman yang diterima. Biarkan mereka belajar berfikir. Cuba cetuskan persoalan untuk mereka, untuk mereka fikir. Minda budak itu sedang aktif! Dihukum,  tetapi tidak dinyatakan kesalahan adalah silap. Hanya melepaskan amarah, tidak membawa apa-apa kebaikan. Untuk kita, apalagi untuk anak-anak.

Satu lagi kisah yang kelakar..huhu. Ketika aku mngajar mereka tentang huruf vokal ; A E I O U. Aku menyebut huruf kemudian membunyikan vokalnya.

A - aaa, E - eee, eee (pepet), I - iii, O - ooo  ...

sampai di huruf O, aku membunyikannya dua kali, O-O, dan sekadar nak buat pembelajaran lebih ceria, aku menyanyi di depan mereka...

" O-O.. kamu ketahuan...(sambil menuding jari)" Mereka ketawa dan semua menampakkan muka gembira masing-masing..Dan aku mendengar ada salah seorang mereka menyambung lagu itu. huhu...

"..pacaran lagi....dengan dirinya..."

Aduh...macam-macam! Entah mereka ingat atau tidak teacher nya ini.. Semoga mereka menjadi anak-anak yang berjasa pada agama. Aminn.

Peranan taska, tadika, tabika, pasti sangat penting. Biar mereka mengenal ILMU sejak dari awal kehidupan mereka. Pastinya kita mahukan mereka mengenal ilmu agama. Salah satunya, PASTI hihi. Tempatkan anak-anak anda di PASTI ya!

Thursday, 2 February 2012

REfresh & REenergize...my soul..my mind..


Assalamualaikum wr wb...

Alhamdulillah hari ini saya betul-betul dapat meluangkan masa untuk men'jangok'kan blog saya setelah 3 kali blog bertukar! Credit to Mek Num. Sambil-sambil mendengar ceramah kat YouTube, semangat pula meng'up-date' blog...huhu

Bermula tahun 2009, saya mula belajar buat blog. Tapi, setakat belajar sebab masa tu masih M***S nak menulis.  Tajuknya "Inspirasi Dahsyat". Tahun 2010 Bertukar lagi dengan tajuk lain "Inspirasi Srikandi". Dan akhirnya insyaAllah inilah blog yang terakhir dan akan sentiasa dimutakhirkan. InsyaAllah. 

Saya tak berani tulis sesuatu andai saya tak pasti kesahihannya kalau berkenaan hadith. Kalau diikutkan, menyebarkan hadith maudhu' (palsu), dikira satu jenayah. Pernah diterangkan oleh DR.MAZA di dalam ceramahnya. Sebab, saya bukan pelajar yang belajar bidang hadith. Sebenarnya, saya memang tak suka ayat begitu. Sebab ilmu hadith bukan dipelajari atas sebab ada bakat atau tidak, ada minat atau tidak, ada dorongan tertentu atau tidak tapi ilmu-ilmu itu kena usahakan juga untuk dipelajari. Walau sedikit. Kena ambil tahu. 

Sangat banyak terdapat di blog-blog nasihat dan pengajaran yang sangat bagus disampaikan namun yang silapnya, disertakan hadith yang tak pasti statusnya. Saya tak mahu nyatakan lebih-lebih di sini tentang hadith sebab saya baru nak belajar. Berbeza dengan blog suami, insyaAllah skema sentiasa hehe. Sangat Ilmiah. Blog ini cuma pengalaman yang kadang-kadang entah apa-apa. Tapi, insyaAllah, untuk diri sendiri, ada manfaatnya, besar atau kecil. Saya suka mencoret pengalaman. emm. 

Perkataan SYAHADAH sangat menarik bagi saya. InsyaAllah MISI di sebalik apa yang diperkatakan, dihajatkan, yang menjadi azam ini, berbuah mekar membahagiakan. Semoga perjalanan coretan di blog ini sedikit sebanyak mendidik diri sendiri dan kepada sesiapa jua yang sudi mendidik diri sendiri. Ada sesuatu yang ingin disampaikan akan datang. InsyaAllah. Kerana MISI belum terlaksana. Dan penulisan ini sebagai pemangkinnya. 

Semoga Allah menuntun ku dan memimpin ku setiap waktu. Kerana, aku tak mahu tersasar tujuan. Sejarah banyak kali membuktikan apabila tersasar tujuan perjuangan, seorang yang hebat dahulu di mata agama boleh jatuh HINA. Na'uzhubillah.... Allahu akbar.

Sejarah itu jujur mempersembahkan setiap pengalaman yang dilalui oleh orang-orang yang benar jalannya dan tujuannya begitulah juga sebaliknya. Belajar daripada pengalaman. Belajar daripada sejarah. 

Saya harus lebih serius. Sebab manusia itu akan selalu bermain dengan masa. Dengan blog yang berwajah baru, semangat juga baru rasanya. Jika spirit anda hilang, cuba menukar template blog..insyaAllah membantu.
 ;-)